Bola Trading.
Konsep Baru - Mudah Dijalankan - 100% Profit - Minim Risiko - Terbukti Berhasil!

Mengapa Harus Bola Trading?

mengapa harus bola trading
Untuk mengamankan taruhan, jurus bola trading adalah yang paling smart dari semua jurus taruhan bola. 
Ada beberapa orang yang menurut kami cukup smart dan bertanya beberapa hal yang intinya adalah, "Jika kita bisa memprediksi bola dengan baik atau bisa menggunakan berbagai jurus atau teknik bertaruh dan menghasilkan uang, lalu mengapa harus menggunakan jurus bola trading?" Kami akan menjawabnya di sini dan sekaligus menjadi jawaban bagi Anda-Anda yang barangkali juga memiliki pertanyaan yang kurang lebih sama. Semoga bermanfaat!

Memprediksi Bola Pasti Menang

Memang ada beberapa teknik yang jika kita aplikasikan dengan jurus double up (melipat taruhan) maka bisa meraih profit. Meraih profit di sini bukan soal kalah atau menang saja melainkan di akhir bulan selalu menguntungkan. Konsep smart player selalu berangkat dari sisi profit bukan sisi kemenangan (win or loss). Kalah menang itu hal biasa. Hanya saja teknik double up bisa membutuhkan modal yang tidak sedikit tergantung awal startnya serta berapa target profit yang ingin dicapai. Bermodalkan beberapa data yang disajikan sejumlah situs live score, kita bisa menggunakan teknik ini. Apakah tetap harus memprediksi bola, tentu saja. Data-data hanya sebagai bahan pembanding layaknya sinyal bagi mereka yang bermain forex atau data analisa teknikal di permainan saham.

Sekarang pertanyaan lanjutannya jika kita tidak mau memanfaatkan jurus double up: siapakah yang bisa menjamin atau menggaransi - sekalipun jam terbangnya sudah sedemikian tinggi - bahwa setiap kali memprediksi bola pasti akan lolos? Tentu tidak ada, bukan? Kalau ada yang berani menjamin, orang tersebut sudah pasti kaya raya. Bahkan kalau kita mau sadar, berbagai situs prediksi bola baik lokal hingga di luar negeri yang konon katanya paling powerful, yang bayarannya di atas puluhan juta rupiah untuk satu tip (prediksi) tidak ada yang berani menjamin 100% pasti sukses. Buktinya sederhana! Jika ada yang gagal maka diganti prediksi untuk hari berikutnya. Nah, loh? Mengapa masih harus ganti prediksi?

Jadi adalah hal yang mustahil memprediksi bola tanpa gagal. Satu dua tiga laga mungkin lolos, tetapi di laga berikutnya atau hari esoknya lain lagi ceritanya. Jika bandar bola yang begitu pintar bisa mengubah pasaran bolanya setiap 6 atau 12 jam sekali maka sudah pasti kacau balau pola prediksi kita. Data-data yang kita miliki pasti akan amburadul dan terbolak-balik. Dan faktanya pasaran bola memang selalu berubah-ubah entah murni dari bandar bola atau bandar bola itu sendiri gagal memprediksinya.

Makanya kita tidak bisa selalu mempercayai atau mengandalkan prediksi bandar. Tidak semua yang ngevoor atau tuan rumah ngevoor akan selalu menang. Sampai di sini Anda mengerti? Jadi kalau ingin hebat dan jago bermain taruhan bola, kita tidak boleh mati di satu sisi. Kadang perlu memilih tim yang ngevoor (mengikuti prediksi bandar) namun kadang juga harus bertahan (melawan bandar). Sebab bandar juga manusia dan memainkan konsep psikologis sehingga taruhan bola benar-benar sulit untuk dijebol, ditaklukkan dan dikuasai. Faktanya 99% orang yang bertaruh bola jika menang tidak berhenti bakalan bangkrut. Anda pasti paham dan sudah tahu siapa-siapa saja teman-teman Anda yang statusnya tragis.

Hedging! Hegding! Hedging!

Bola trading bukan teknik bertaruh bola. Bola trading murni mengajari kita untuk memperkecil risiko atau ancaman yang bakal terjadi. Dalam hal ini adalah kekalahan alias kerugian dalam bentuk uang. Kalau Anda mengenal dunia investasi (pasar modal/keuangan) pasti mengenal yang namanya "hedging". Sebuah istilah mengenai cara, teknik atau strategi untuk memperkecil risiko di pasar keuangan atau komoditi. Contoh sederhananya begini:

Misalnya kita sedang menggarap lahan jagung. Enam bulan lagi panen dan kita prediksi harga jual bakalan bagus sebab waktu menanam hingga sekarang harga di pasaran sangatlah bagus. Cuaca juga cukup cerah. Musim kemarau baru datang 4 bulan lagi. Jadi di akhir masa panen, kemarau tidak akan begitu berpengaruh sebab jagung-jagung sudah tumbuh besar, berbunga dan berbuah. Kemarau di ujung musim tanam membuat jagung lebih padat bulir-bulirnya. Sesuai hitungan di atas kertas pasti aman, panen besar dan menguntungkan. Luar biasa!

Pertanyaannya: apakah kita yakin selama 6 bulan tanam tidak akan ada masalah? Apakah harga sekarang benar-benar tidak akan berubah enam bulan ke depan? Apakah kita yakin tidak akan ada wabah tikus, hama penyakit, kebakaran lahan, kemarau yang datang lebih awal atau penyebab fatal lainnya? Jawabannya adalah tidak ada orang yang bisa memastikan 6 bulan ke depan kita bakalan meraih untung. Berarti sehebat apapun proyeksi dan prediksi kita, tetap ada ancaman risiko. Paling fatal adalah gagal panen (rugi besar) dan yang lebih bisa ditolerin adalah harga jual yang anjlok (rugi atau untungnya cuma sedikit).

Lalu misalnya di bulan tanam ketiga ada seorang pengusaha yang setelah melihat suburnya lahan jagung kita dan menawarkan membayar semua tanaman jagung kita seharga saat ini, apakah kita mau? Jika kita mau maka kita sudah meraih untung terlepas nanti di akhir bulan ke-6 bakalan panen penuh atau tidak, harga jual anjlok atau naik. Inilah yang dinamakan hedging yakni kita sudah melempar produk yang belum terlihat untuk harga pasar saat ini.

Jika memang toh nanti jagung panen besar dan harganya melambung, kita kurang hoki. Sebab kita sudah menjualnya terlebih dulu ke pengusaha tersebut. Kita tidak rugi sebab sudah kita jual seharga sekarang. Sebaliknya jika benar-benar gagal panen atau harga jual ternyata anjlok setelah panen maka kita rugi besar.

Sampai di sini Anda paham? Hedging meminimalkan risiko dengan memanfaatkan harga atau kondisi pasar saat ini. Jual sekarang sebelum dijual di masa yang akan datang yang belum pasti. Jika bisa untung sekarang, mengapa harus menunggu untung masa yang akan datang yang belum pasti Hedging biasanya dimainkan di bisnis komoditi, pasar keuangan dan beberapa instrumen pasar modal.

Bola Trading = Hedging

Jika kita bisa memprediksi misalnya laga antara Bayern Munchen vs Borussia Dortmund di mana Munchen pasti menang dan kita bakalan dapat duit, bola trading memastikan bahwa kita juga bakalan dapat duit dari Munchen. Sama saja! Namun sebaliknya jika ternyata Dortmund yang menang maka kita kehilangan uang. Dengan bola trading, Munchen menang kita dapat duit, Dortmund menang kita tidak kehilangan duit. Loh kok bisa? Ya jelas bisa karena ini bola trading dan risikonya mendekati 0% diukur dari sisi kehilangan nilai taruhan.

Contoh paling gampangnya begini saja. Jika kita bisa menang dan yakin menang satu laga Rp 2,5 juta, mengapa kita tidak mau mengambil yang sudah pasti Rp 750 ribu? Umpama target satu laga kita meraih profit sekitar 30%. Di bola trading ini sudah fix. Namun jika kita tidak menggunakan jurus bola trading, memang kalau menang langsung menang full Rp 2.5 juta. Sebaliknya jika gagal maka hilang juga uang Rp 2,5 juta tersebut. Jadi amat logis dan sangatlah smart lebih baik mengambil posisi aman. Toh jika dirasakan kurang duit Rp 750 ribu per laga karena serakah, untuk mengejar Rp 2,5 juta tersebut cukup 3 laga dengan profit sekitar 30% per laga. Sama saja!

Kesimpulannya: bola trading akan membuat Anda nyaman sebab jika yakin menang pasti menang, sementara jika terbukti kalah tidaklah rugi! Kita tidak akan menemukan konsep investasi atau bertaruh seperti bola trading di pasar saham, forex, option, indeks komoditi, valas atau taruhan bola konvensional itu sendiri.

Ika Putri Ika Putri Author

Artikel Terpopuler