Bola Trading.
Konsep Baru - Mudah Dijalankan - 100% Profit - Minim Risiko - Terbukti Berhasil!

Berbagi Kisah Pengalaman Trading Bola

Wawancara kisah petaruh bola
Kisah inspiratif wawancara imajiner ini mungkin akan memberikan pandangan lain seputar dunia taruhan bola.
Di bawah ini adalah wawancara atau tanya jawab imajiner seputar pengalaman bertaruh bola. Meski tidak pernah terjadi secara nyata tetapi pembelajarannya benar-benar terjadi dan nyata apa adanya. Diangkat dari sebuah kisah nyata, pengalaman hidup atau pergumulan para petaruh bola sejati yang tidak bisa kami sebutkan lagi satu per satu termasuk nama, waktu, lokasi atau tempat kejadian. Semua ini kami rangkum dan akan bagikan secara bertahap layaknya sebuah kisah film serial yang tentunya bakalan seru, lucu dan kaya hiburan. Kami pastikan Anda akan ketagihan dan jangan sampai dilewatkan.

Semua ini kami buat hanya untuk memastikan bahwa inti materi pelajaran bola trading benar-benar dimengerti dengan baik dan dipahami dengan benar. Jadi tidak ada alasan untuk kalah atau rugi di sistem bola trading yang oleh sebagian orang disebut "saham olahraga". Kita memiliki saham di sejumlah bandar bola dan ikut menikmati profit yang dihasilkan.

Mari kita mulai dan harap siapkan popcorn, coca cola, secangkir kopi, sebatang rokok atau apa saja untuk duduk santai layaknya menonton film bioskop.

Hai, apa kabar Bro?
So far so good. Anda sendiri bagaimana?

Kabar baik-baik juga. Boleh kita mulai wawancaranya?
Monggo, silakan. 

Kita pesan minum dulu ya. Biar enak ngobrolnya dan bisa lama. Oya, apa profesi dan pekerjaan Anda sehari-hari?
Ya begitulah... karyawan biasa. Makan gaji. Sesekali mencoba bisnis sendiri apa saja yang kira-kira menghasilkan uang. Kata orang Medan ya cari kangtaw sikit-sikit lah. Habis belum dapat kangtaw yang em-eman.

Ngomong-ngomong berapa usia Anda?
Coba tebak berapa?

Wah, kalau nebak paling umur 35. Biasanya tebakan saya sering meleset seperti tebakan skor bola. Benar demikian?
Hampir benar. Usia saya sekarang 39 meranjak ke 40. Tua ya?

Tua gak papa Bro di zaman sekarang. Yang penting dompet tebal. Bisa menikahi gadis ABG. Oya, boleh ceritakan sedikit sejarah bertaruh bola?
Hmm... dari mana harus memulainya ya? Sebenarnya saya bertaruh bola berawal dari iseng. Karena sering kumpul bareng teman-teman. Kayak jamnya minum kopi gitu lah. Nah, suatu hari ada acara nonton bareng. Tapi bukan nonton rame-rame kayak fans club itu. Nonton biasa hanya saja lebih dari 4 orang. Jadi kita anggap nonton bareng. Kalau rame-rame itu mah nonton rame.

Dari awal, sebenarnya saya kurang begitu tertarik sepakbola. Saya lebih senang cabang olahraga renang. Namun sekarang jangan ditanya. Saya sangat menyukai sepakbola bahkan boleh dibilang menikmatinya entah sebagai hiburan, berita, pernak-pernik merchandise atau bahkan menjadi salah satu pengamat atau pakar prediksi sepakbola. Kayak Anda juga pasti pakar prediksi bola. Meski harus diakui tidak selalu lolos prediksinya. Jadi jangan tanya saya prediksi paling tokcer malam ini ya. Sering melaut juga alias nyebur kalah. Namanya juga prediksi.

Kalau mau dirunut, saya masih ingat persis beberapa tahun silam di sebuah restoran fast food di bilangan Jakarta Pusat. Tepatnya di daerah Gajah Mada. Kalau tidak keliru bulan-bulan mendekati akhir tahun natalan gitu deh. Cuaca kota Jakarta sedikit adem karena sudah masuk musim penghujan.  Apalagi jika menjelang malam, rasanya gimana gitu.

Saat itu menjelang malam sekitar pukul 7 pertandingan antara klub Manchester United vs Queens Park Rangers. QPR waktu itu masih berada di kasta divisi utama Liga Inggris. Kalau sekarang sudah terlempar entah ke mana. Semua teman bertaruh bola dan saya ikut-ikutan. Seperti saya bilang ini iseng. Saya bertanya kepada teman kira-kira prediksi klub mana yang menang. Oleh dia dikatakan boleh dibilang semua orang malam ini bermain untuk MU. Disarankan kalau mau main bisa pegang MU ikuti pasar. Apalagi saat itu MU tuan rumah dan sedang on fire karena masih diasuh oleh Sir Alex Ferguson. Salah satu manajer sepakbola terbaik dunia yang pernah ada.

Kebetulan waktu itu laga belum dimulai. Anda pasti tahu, berhubung siaran langsung di salah satu stasiun televisi otomatis ada bagian komentatornya. Karena lagi ngopi dan ngobrol, saya perhatikan apa yang dikatakan sang komentator dan saya lupa siapa namanya. Beliau bilang untuk malam ini QPR kemungkinan bisa mencuri poin, mencetak skor atau menahan serangan MU. Karena saya tidak ada apa-apa soal dunia ini apalagi prediksi bola, saya percaya saja si komentator. Tersirat seolah-olah kali ini MU susah mengalahkan QPR. Saya yakin si komentator pasti lebih hebat karena dibayar untuk berbicara. Jadi saya ikuti saja beliau. Pasaran waktu itu MU ngevoor QPR kalau tidak keliru 2.5 bola. Jadi saya pegang QPR berbalik dari semua rekomendasi teman saya. Tentu saja dengan rasa was-was.

Bagaimana selanjutnya? Berapa nilai taruhan Anda?
Anda pasti gak habis pikir. Saya pun waktu itu gak habis pikir mengapa berani pegang QPR. Boleh dibilang sungguh berani. Berani bodoh tentunya! Melawan arus apalagi kei (odds) ada di tuan rumah. Saya bahkan tidak tahu bahwa Alex Ferguson adalah orang hebat dan MU adalah klub bergengsi di kancah persepakbolaan negeri Ratu Elizabeth tersebut. Apalagi bermain di markas mereka sendiri. Dalam hati saya sempat berpikir, mampuslah sudah. Tak bisa berbuat apa-apa karena sudah bet dan saldo sudah melayang dalam posisi running. Pasti tamat riwayat saya malam ini. Mengapa begitu goblok apalagi ketika teman lain datang dan berkata, "Wah...amsiong dah kali ini. Pasaran menjagokan MU, bla...bla...bla..."

Saat itu saya bertaruh 500 ribu dan merupakan taruhan pertama saya. Untuk ukuran pendatang baru, 500 ribu itu termasuk besar dan sungguh berani. Saya nekat aja waktu itu. Memang dulu sempat main kecil-kecil iseng-iseng nitip teman 50 ribu atau paling besar 100 ribu. Itu pun jarang dan setahun paling nitip 1 - 2 kali. Itu pun untuk laga-laga seperti Piala Dunia, AFF Suzuki yang intinya ramai atau minimal ada timnas Indonesia main. Karena memang tidak tertarik dan kurang paham taruhan bola. Namun kali ini saya main sendiri dengan akun sendiri.

Anda daftar sendiri atau bagaimana?
O iya jelas. Saya daftar di SBOBET. Pakai agen seperti biasa. Ada banyak kan di Internet?

Wah, tambah seru nih. Terus?
Saya berpikir mampus dah kali ini. Mengapa begitu goblok memilih QPR? Mendingan itu duit buat makan-makan. Tetapi dalam hati kecil saya masih ada harapan. Karena saya memilih QPR berdasarkan analisa sang komentator. Saya percaya komentator jam terbangnya pasti lebih tinggi sehingga dijadikan nara sumber. Kalau komentator meleset maka boleh saya cap komentator bodoh. Jadi saya merem saja sambil sedikit berdoa...haha...padahal gak boleh doa kan untuk urusan begini? Nonton rasanya dag dig dug apalagi MU terus menekan dan menggempur tim tamu.

Anda tahu apa yang terjadi? Babak pertama kalau tidak salah belum 20 menit MU sudah melesatkan 1 gol ke gawang QPR. Apa gak amsiong? Begitu gol perdana, semua teman melirik ke saya dan seolah-olah berkata, "Tuh bener kan!", "Sabar....ini baru pelajaran pertama.." atau "Sabar Sob, bola itu bundar dan belum tentu kalah". Saya diam tak bersuara dan tambah dag dig dug lemes seolah-olah gak karuan deh. Susah dijelaskan perasaan ini. Anda pasti tahu jika pernah bertaruh bola. Ada nyesalnya juga.

Tetapi Anda tahu berapa hasil akhirnya? Rupanya sampai usai cuma 2 - 0. MU menang bola, QPR menang duit. Saya menang! Rasanya mau salto jungkir balik badan ini puluhan kali di udara. Teman bilang saya hoki. Saya senang sekali. Hanya dalam hitungan 2 jam bisa menghasilkan 500 ribu. Benar-benar pengalaman pertama yang tak terlupakan. Belum lagi acara nontonnya itu yang seru. Komentator benar-benar hebat! Itulah pengalaman pertama saya. Tak terlupakan!

Setelah itu?
Sejak malam itulah merupakan awal saya terjun ke industri taruhan bola. Saya berpikir bahwa dunia sepakbola ini sangat menarik dan ada peluang untuk meraih untung atau uang. Jadi mengapa tidak dicoba? Toh kalau mau berhenti suatu hari tinggal berhenti saja. Gampang kok. Bandar bola juga tidak memaksa kita harus terus main bola. Tetapi seiring waktu banyak pengalaman berharga yang diperoleh terutama kalah menang, dsb. Pokoknya seru deh. Proses itu yang saya sebut pelajaran berharga.

Maksudnya?
Ya tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak semua prediksi kita bakalan mulus alias sukses. Tidak selalu tim tuan rumah menang atau yang ngevoor selalu menang. Ada menang tetapi banyak kalahnya. Ini yang saya sebut proses. Namun saya tidak pernah menyerah karena saya anggap dunia ini sangatlah besar perputaran uangnya dan jika bisa menyusup ke dalamanya...pasti kecipratan duit. Maksud menyusup itu bisa melihat celah pergerakan odds maka bisa tahu tim mana yang bakalan menang atau yang diunggulkan bandar bola. Bandar bola kadang ada lengahnya dan memberikan sinyal yang sangat kuat bahwa tim ini atau tim itu yang akan menang dan mencetak banyak skor malam ini.

Jadi maksud Anda odds atau kei itu penting?
Ya jelas penting. Ini salah satu bagian untuk melihat klub-klub unggulan sehingga bisa tahu harus memasang di sebelah mana. Tetapi ini juga tidak pasti sebab pasaran bola itu kan diatur oleh manusia. Kalau bandar bola mengatur atau melakukan perubahaan sedikit saja, ya kita harus ikut berubah. Tidak boleh terus memasang seperti itu.

Kalau yang barusan soal MU vs QPR itu kan soal senangnya. Boleh kasih cerita soal sedih, susah atau apesnya?
Sebenarnya senang dan sedih ada banyak sekali. Terlalu panjang untuk dikisahkan. Tetapi kalau mau mendengar salah satu kisah sedih yang juga tak akan hilang dari ingatan saya adalah laga Liverpool. Masih di tahun yang sama. Waktu itu sudah mendekati natal di bulan desember. Saya anggap natalan yang sedikit suram alias blue christmas..hehe.


Saya main Liverpool. Liverpool tim hebat kan dari dulu? Anda tahu apa yang terjadi? Babak satu belum selesai, lawannya sudah mencetak gol ke gawang Liverpool. Saya sudah lupa persisnya. Entah itu satu atau dua gol. Pokoknya apes deh. Tidak bakalan terkejar lagi karena voornya juga gede. Pahit banget.

Saya main ke rumah teman maksudnya akan lanjut nonton bareng. Karena Liverpool mainnya sekitar jam 6an, akhirnya saya duduk di meja makan di rumah dia sambil nonton. Waktu itu juga gerimis hujan rintik-rintik. Belum jam 9 malam di mana laga bola sedang panas-panasnya, uang saya sudah melayang. Benar-benar blue christmas. Gak bakalan saya lupakan. Kalau sudah kalah di laga awal, rasanya main di laga belakangan pun sudah kurang mantap. Masih banyak lagi dah!

Jadi banyak pahitnya dibandingkan manisnya?
Ya boleh dibilang begitu.

Kalau banyak pahit mengapa tidak berhenti saja?
Saya secara pribadi bukan tipe orang yang gampang menyerah. Memang lebih banyak pahitnya tetapi setiap rasa manis yang didapatkan itu sangat membekas. Maksudnya menang. Jadi saya tetap berprinsip di dunia ini tidak ada yang tidak bisa dimenangkan. Semua permainan ciptaan manusia apalagi yang memakai otak pasti bisa dimenangkan oleh manusia itu sendiri asal kita mau. That's it!

Jadi apa saran terbaik Anda untuk para petaruh bola atau orang-orang yang membaca wawancara kita ini?
Hanya satu: tetaplah belajar dan kuasai diri Anda untuk tidak terjun sebelum pelajaran rampung. Jangan pernah terjun ke medan perang tanpa persiapan atau tidak tahu siapa musuh yang akan Anda hadapi nanti. Otot boleh kuat tetapi dalam perang sang pemenang tidak selalu mereka yang paling kuat melainkan yang paling cerdas. Jadi modal bertaruh bola itu penting tetapi bukan kepastian.

Dunia taruhan bola ini begitu luas, mafia dan kejam tiada ampun. Kalau lengah sedikit bisa gadai barang, gadai segalanya termasuk gadai 'burung'. Itupun kalau masih laku dan belum karatan....hahaha. Namun di balik semua itu perputaran uangnya sungguh mempesona. Kecipratan 1% saja bisa sangat menakutkan. Mau cari uang ya di sinilah tempatnya. Tentu bagi yang mau dan tidak menganggap ini sebagai judi atau sesuatu yang keji di mata Tuhan. Toh hidup kita jalani masing-masing. Kita gak ada uang juga tidak ada yang nolong, kita ada uang toh juga buat diri kita. Asal tidak merampok atau mencuri uang kantor terlebih uang rakyat kecil. Bandar berani buka, mengapa kita takut untuk masuk? Gitu saja dah. Hidup ini kan pilihan.

bersambung >>
 
Ika Putri Ika Putri Author

Artikel Terpopuler